|
APA ITU DOMAIN ? (Muhammad Safri Lubis, Medan, Surat Kabar Harian Analisa, 30 Mei 2007) Dewasa ini kita sangat gampang mencari informasi di internet, dengan mengetikkan sebuah alamat dari sebuah website kita tinggal mengaksesnya melalui browser yang telah terakses dengan internet dan akhirnya kita akan mendapatkan berbagai informasi yang kita inginkan melalui website tersebut. Selain itu, saat ini kita dapat dengan gampangnya juga mengirimkan informasi kepada siapa saja dengan menggunakan email. Email tersebut tentunya merupakan sebuah tulisan yang berbentuk alamat tertentu yang mengarah ke sebuah kotak pos yang ada di dunia maya. Kenapa sedemikian mudah seperti itu?, hanya dengan sebuah alamat tertentu dan dipastikan tidak pernah ada satupun alamat website atau email yang sama didunia ini, semua kegiatan diatas dapat berjalan dengan lancar. Sebenarnya semua itu karena peran domain yang membentuk tulisan-tulisan seperti alamat sebuah website dan email. Artikel ini mencoba menjabarkan apa sebenarnya dibalik itu semua dan apa peranan domain dalam hal ini. SEMUA TENTANG DOMAIN Akhirnya timbul pertanyaan apa sih sebenarnya domain tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya diatas, setiap nama-nama dari domain tersebut sangatlah spesifik dan unik, tidak ada dua domain yang memiliki nama yang sama. Untuk mengetahui itu semua, sebelumnya ada baiknya untuk mengetahui bagaimana sebuah host komputer yang tersebar di seluruh dunia ini dapat saling terhubung melalui sebuah jaringan yang dinamakan internet. Internet merupakan sebuah jaringan dari berbagai jutaan komputer yang bertindak sebagai host yang tersebar di seluruh dunia ini dengan membentuk berbagai hirarki tertentu dan dapat saling berkomunikasi melalui sebuah standard protokol yang sering disebut TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). TCP melakukan transmisi data per segmen dengan memecah paket data sesuai dengan besaran yang ada dan dikirim satu persatu hingga selesai. Agar pengiriman data sampai dengan baik, maka pada setiap paket pengiriman, TCP akan menyertakan nomor seri. Komputer mitra yang menerima paket tersebut harus mengirim balik sebuah sinyal ACKnowledge dalam satu periode yang ditentukan. Internet protocol (IP) menggunakan IP address sebagai identitas untuk mengirim data akan dibungkus dalam paket dengan label berupa IP address si pengirim dan IP address penerima. Apabila IP penerima melihat pengiriman paket tersebut dengan identitas IP address yang sesuai, maka datagram tersebut akan diambil dan disalurkan ke TCP melalui port, dimana aplikasi menunggunya. Secara umum IP address terbagi menjadi dua yaitu network ID dan host ID. Untuk saling dapat berhubungan dengan protokol tersebut masing-masing komputer harus memiliki alamat tertentu yang tidak boleh sama antar masing-masing komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet, alamat ini harus spesifik dan bersifat unik. Sistem inilah yang nantinya menjadi cikal bakal sebuah domain. Sistem pengalamatan tersebut menggunakan kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.) dan terangkai mulai dari deretan angka 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255. Deretan angka-angka inilah yang disebut dengan nama alamat IP (IP address). Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan internet harus memiliki salah satu dari deretan IP address ini sebagai pengenal agar dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lainnya yang terkoneksi. Melihat begitu banyaknya komputer yang dapat mengakses internet di dunia ini menyebabkan sistem IP address ini didesain agar mengalamatkan lebih dari 4 milyar komputer yang terkoneksi dengan internet, sungguh luar bisa. Walaupun secara teknis sistem pengalamatan berbasis IP ini cukup handal, tetapi ia masih memiliki kelemahan yaitu manusia tidak dapat mengingat kombinasi angka yang begitu banyak dalam jumlah yang besar. Solusinya adalah dengan mengasosiasikan nomor IP address tersebut kedalam kombinasi huruf sedemikian rupa yang membentuk sebuah nama yang mudah untuk diingat. Pengasosiasian ini menggunakan sebuah sistem yang dinamakan Domain Name Service (DNS). Sistem inilah yang nantinya merubah angka-angka diatas menjadi sebuah rangkaian huruf yang nantinya dinamakan domain. DNS dapat dicontohkan sebagai sebuah buku telepon yang berisikan berbagai host name dari komputer beserta IP addressnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa DNS adalah distribute database system yang digunakan untuk mencari host name komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. Karena itu DNS berfungsi untuk menerjemahkan host name sebuah komputer ke sebuah IP address. Client DNS disebut resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers mengirimkan permintaan ke name server berupa queries, kemudian name server akan memprosesnya dengan mengecek local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika nama tersebut tidak ditemukan, dimana seluruh rangkaian proses ini dinamakan Forward Lookup Query. Biasanya DNS ini digunakan untuk aplikasi seperti web browser dan email yang terhubung dengan internet untuk membantu memetakan sebuah host name komputer ke sebuah IP address. Beberapa keunggulan dari DNS tersebut seperti mempermudah user untuk tidak perlu mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer), mempermudah mengganti IP address sebuah komputer tanpa merubah host name dan user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. BAGAIMANA PENAMAAN DARI DOMAIN Untuk menamai sebuah host tidak dapat dilakukan secara sembarangan, berbagai aturan teknis tertentu harus dipatuhi agar domain tersebut dapat valid untuk digunakan. Pengalamatan berbasis domain tersebut menggunakan sistem berjenjang. Secara umum ada tiga jenjang dari domain yaitu Root-Level Domains (merupakan level paling atas dari domain dan diekspresikan dengan lambang (“.”)), Top-Level Domains /TLD (yang merupakan top level dari domain dan terdiri dari berbagai jenis misalnya .com, .edu, .net dan sebagainya, top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts) dan Second-Level Domains (dalam second-level ini terdapat host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Pada host name, domain yang digunakan akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap computer). Sebelum lanjut membahas tentang domain ini perlu kiranya untuk mengetahui beberapa istilah yang sering dijumpai ketika berurusan dengan domain name, seperti registrant, yaitu individu/organisasi yang mendaftar suatu domain name kepada registrar dalam periode waktu tersentu yang telah ditentukan; registrar, yaitu suatu organisasi yang memberikan jasa pendaftaran domain name kepada registrant. Dan registry, yaitu suatu entitas yang mana menerima informasi mengenai domain name service (DNS) dari para registrar. Informasi DNS tersebut kemudian disimpan pada suatu registry database dan kemudian di-propagasi-kan di internet sehingga domain name tersebut bisa dikenali dan diakses di seluruh dunia. Secara umum Top-Level Domains terbagi menjadi dua jenis yaitu TLD internasional dan TLD negara atau yang sering dikenal dengan nama Country Code Top Level Domain atau ccTLD. Adapun yang bersifat internasional seperti TLD .com (yang menangani aktifitas komersial), .net (untuk jaringan), .org (untuk organisasi), .edu (untuk lembaga pendidikan), .gov (untuk lembaga pemerintahan), .mil (untuk kepentingan militer), .biz, .info, .mobi, .num (nomor telepon), .arpa dan .name. Sedangkan yang bersifat spesifik Negara (ccTLD) seperti .ca (Canada), .uk (United Kingdom), .au (Australia), .my (Malaysia), .in (India) dan .id (Indonesia). Beberapa negara memiliki ccTLD yang dapat diasosiasikan menjadi sebuah terminologi tertentu seperti negara Tuvalu yang memiliki ccTLD .tv, saat ini sering digunakan oleh berbagai pengelola stasiun televise untuk websitenya atau negara French Micronesia dimana domain .fm milik negara ini kondang dikalangan pengelola stasiun-stasiun radio. Tentu saja negara-negara bersangkutan dapat meraup devisa yang lumayan dari hasil berjualan domain ini. Penetapan TLD internasional tersebut berada dalam wewenang ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, http://www.icann.org) dan pengelolaan TLD secara administratif merupakan wewenang dari IANA (Internet Assigned Numbers Authority, http://www.iana.org). Hingga saat ini ada kurang lebih 265 TLD yang dimanajemen oleh IANA (http://data.iana.org/TLD/tlds-alpha-by-domain.txt). ICANN juga menetapkan ccTLD, tetapi pengelolaannya diserahkan kepada lembaga yang ditunjuk di negara bersangkutan. Indonesia sendiri memiliki ccTLD .id dan pengelolaannya diserahkan kepada Depkominfo Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (https://register.net.id/) sebagai lembaga yang mengatur penggunaaan ccTLD Indonesia. Hingga saat ini Depkominfo telah mengatur 9 sub domain (second-level domains) bagi ccTLD .id yaitu .go.id (lembaga pemerintahan), .co.id (perusahaan), .net.id (jaringan atau ISP), .or.id (organisasi), .ac.id (lembaga pendidikan), .mil.id (lembaga militer), .sch.id (sekolahan), .web.id (situs pribadi) dan .war.net.id (untuk Warnet). Untuk memiliki sebuah domain, maka harus berhubungan ke Registar yang memiliki hak untuk menambahkan domain baru dibawah TLD yang sudah ada. Adapun jenis lembaga tersebut tergantung dengan jenis TLD yang diinginkan, jika menginginkan jelis TLD yang bersifat global, calon registrant dapat menghubungi berbagai lembaga yang dapat mengurus hal tersebut di internet, sedangkan untuk ccTLD Indonesia atau .id dapat menghubungi Depkominfo. Biasanya para registrant yang telah mendaftar akan diberikan akses ke control panel pada situs web registrar, sehingga pemilik domain dapat melakukan pengesetan lebih lanjut untuk mengaitkan domain miliknya dengan alamat IP address host yang akan menggunakan domain tersebut. Sebagai penjelasannya kita dapat membahas sebuah URL atau Uniform Resourde Locator seperti http://www.indonesia.go.id/file/index.php maka yang dinamakan protocol tersebut adalah http, yang dinamakan host computer name tersebut adalah www, yang dinamakan second-level domain name adalah indonesia, yang dinamakan top-level domain tersebut adalah .go.id, yang dinamakan directory name adalah file dan yang dinamakan file name adalah index.php. BEBERAPA KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN NAMA DOMAIN Ada dua aktifitas yang dianggap kriminal berkenaan dengan domain ini yaitu Cybersquatting dan Typosquatting, kedua aktifitas ini sangat merugikan para pengguna domain. Adapun aktifitas yang dinamakan dengan Cybersquatting yaitu kegiatan membeli atau menggunakan sebuah domain name dengan nama tertentu untuk menarik keuntungan dari domain name tersebut dikemudian hari dengan menjualnya kepada para peminat yang membutuhkannya. Adapun pelaku dari cybersquatting ini disebut cyberquatter. Banyak cerita menarik yang berhubungan dengan aktifitas ini, salah satunya adalah Digital Corp, sebuah perusaan hardware ternama di AS. Pada awalnya digital corp membangun sebuah search engine, karena masih dalam tahap percobaan, alamat situs mesin pencari yang dinamai Altavista tersebut hanya ditempatkan sebagai sebuah subdomain dari website Digital. Belakangan aplikasi ini begitu populer, sehingga menarik minat pengembangnya untuk membuat sebuah alamat tersendiri dengan domain altavista.com. Celakanya, domain tersebut telah digunakan, sehingga mengharuskan pihak Digital merogoh kocek hingga puluhan ribu USD untuk menebus domain ini. Kasus lain seperti masalah domain brucespringsteen.com. Penyanyi rock asal AS mengklaim hak atas domain name tersebut, yang didaftarkan oleh seorang penggemar. Springsteen kalah dalam kasus ini dan menyatakan bahwa penggemar tersebut sah tersebut, karena ia mengelola situs penggemar Springsteen. Kasus lain misalnya, nama domain Indonesia.com, bukan dimiliki orang Indonesia, namun jadi hak milik Communicate.com Inc. sebuah perusahaan di Kanada dan Bali.com yang didaftarkan oleh seseorang yang beralamat di Hong Kong. Sedangkan typosquatting adalah sebuah kegiatan dimana pelakunya mendaftar sebuah domain name yang sangat mirip dengan domain-domain yang sudah eksis. Adapun pelaku dari aktifitas ini dinamakan typosquatter. Seorang typosquatter mendaftarkan domain name seperti anazon.com, amazzon.com, amazons.com dan sebagainya dengan harapan agar para pengunjung yang mencoba mengakses alamat www.amazon.com yang sebenarnya tetapi salah menuliskan alamat tersebut dan menuliskannya seperti salah satu dari diatas masuk ke alamat-alamat yang telah dibuatkan untuk maksud dan tujuan tertentu yang telah direncanakan oleh typosquatter. Kasus pemelesetan domain ini sempat marak beberapa tahun lalu, di Indonesia kasus ini pernah dirasakan oleh sebuah website internet banking (i-banking) milik sebuah bank papan atas di Indonesia. Kala itu seorang hacker dari Indonesia membuka sejumlah website dengan domain yang mirip dan menjiplak seluruh tampilan dari website asli. Sang hacker berhasil menjaring ratusan nomor PIN milik nasabah bank tersebut yang keliru melakukan transaksi i-banking di website pelesetan miliknya. Para nasabah ini masuk ke situs pelesetan tersebut karena salah mengetik alamat website bank yang dituju.
|