|
Mengenal lebih dekat mOBILE commerce (Muhammad Safri Lubis, Medan, Surat Kabar Harian Analisa, 20-21 September 2006) M-commerce atau mobile commerce sering disebut juga dengan m-business atau pervasive computing. M-commerce merupakan pengembangan dari e-commerce yang menggunakan jaringan wireless atau mobile telecommunication. Secara karakteristik m-commerce terdiri dua bagian yaitu mobility dan board reachability. Kata mobile menerangkan bahwa aktifitas tersebut dilakukan dengan cell phone atau perangkat teknologi lainnya yang bersifat mobile seperti PDA (personal digital assistant), sehingga para penggunanya dapat melakukan berbagai aktifitas e-commerce dimana saja. Sedangkan kata board reachibility menjelaskan bahwa apapun aktifitasnya dan dimanapun mereka berada para pengguna m-commerce tersebut dapat menjangkau atau memiliki informasi yang dia butuhkan secepatnya. Artikel ini mencoba memberi gambaran tentang m-commerce yang mulai berkembang di Indonesia dewasa ini. PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI DARI M-COMMERCE Berbagai macam aplikasi e-commerce dapat dilakukan oleh m-commerce seperti e-shopping (belanja online), e-banking (perbankan online), e-stock trading (bursa online), e-gambling (perjudian online) dan e-auction (lelang online). Secara umum, aktifitas dari m-commerce dibagi menjadi 12 kategori yaitu, mobile financial, mobile advertising, mobile inventory management, proactive service management, product locating and shopping, wireless reengineering, mobile auction or reverse auction, mobile entertainment services, mobile office, mobile distance education, wireless data centre dan mobile music. Dari kedua belas kategori diatas dalam perkembangannya dapat digabung menjadi beberapa aktifitas yang disesuaikan menurut aktifitasnya seperti financial application; marketing, advertisement and customer service; enterprise application; B2B and supply chain; individual consumer; location-based dan non-internet applications. Beberapa dari kategori tersebut telah dikembangkan di Indonesia, terutama oleh para pengembang dan provider mobile phone. Financial applications Financial application merupakan salah satu contoh utama dari m-commerce. Beberapa contoh dari aplikasi ini seperti mobile banking, m-brokerage services, wireless electronic payment systems, micro payments, wireless web wallet dan bill payment. Aplikasi mobile banking sudah banyak digunakan berbagai bank di Indonesia, para customer dari bank tersebut dapat melakukan aktifitas perbankan seperti cek account balance, transfer, pembayaran tagihan listrik, air, telepon, kartu kredit, dengan menggunakan cell phone mereka. Sedangkan wireless electronic payment systems adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk aktifitas pembayaran makanan dan minuman di tempat tertentu atau pembayaran pencucian mobil otomatis dengan hanya mengirim SMS dari GSM handset ke nomor tertentu. Biaya dari aktifitas tersebut akan diambil dari besar harga pulsa yang ada untuk GSM prabayar atau ditambahkan ke biaya pulsa yang akan dibayar oleh para pengguna GSM abondemen. Sedangkan aplikasi dari micropayments sebenarnya hampir mirip dengan aktifitas wireless electronic payment, bedanya, para pengguna harus menelepon nomor tertentu dan membayar waktu telepon tersebut seharga biaya yang dibutuhkan. Hal tersebut juga tidak jauh berbeda dengan wireless web wallet, aplikasi ini digunakan untuk pembayaran online, penggunanya menggunakan sebuah virtual wallet (dompet online). Dengan menggunakan teknologi bluetooth, cell phone mereka akan berhubungan dengan terminal dari provider tersebut sehingga mereka dapat membayar apapun yang diinginkan, tentunya sebesar jumlah uang yang ada di account tersebut. Untuk informasi lebih lengkap, lihat http://www.nextcard.com. Marketing, advertisement and customer service Pengembangan m-commerce di bidang B2C terdiri dari tiga bagian besar yaitu shopping online, targeted advertisement dan personalized customer service. Adapun beberapa contoh dari shooping online seperti menggunakan wireless solution untuk berbelanja. AT&T menyediakan fasilitas internet-ready phone kepada konsumennya untuk berbelanja online di http://www.buy.com. Fasilitas tersebut memberikan kebebasan kepada konsumen untuk mencari produk yang diinginkan, membandingkan dengan produk lainnya, memesan dan melihat status dari pesanan. Adapun contoh lain dengan menggunakan voice portal dalam marketing dan customer service. Beberapa fungsi dari aplikasi ini seperti pemberian fasilitas bagi konsumen untuk mengecek pengiriman dari produk yang dipesan, pemberian langkah-langkah penggunaan terhadap produk yang ada dengan menggunakan suara. Targeted advertisement merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk mempromosikan berbagai produk dan service seperti pengiriman iklan-iklan melalui sms oleh cell phone provider. Sedangkan personalized customer service banyak digunakan untuk meningkatkan hubungan antara produsen dengan customer dan patner bisnis. Dengan menggunakan wireless solution pihak produsen berusaha meningkatkan pelayanan dengan para customer dan partner bisnisnya dengan menggunakan aplikasi CRM (customer relationship management) dan PRM (partner relationship management). Mobile applications in the enterprise Aplikasi-aplikasi yang dihasilkan dalam mobile application in the enterprise ditujukan untuk mendukung peningkatan pelayanan terhadap konsumen. Beberapa aplikasi yang sudah banyak digunakan seperti supporting mobile employees, non-internet enterprise application, web-based application (intrabusiness m-commerce) dan mobile sales force automation. Kebanyakan web-based application in the enterprise digunakan meningkatkan pelayanan kepada para customer. Salah satu contoh dari aplikasi ini yang berbasis web seperti yang dibangun oleh perusahaan Bertelsmann AG dari Jerman. Perusahaan ini memberikan wireless access kepada junior-level eksekutif untuk mendapatkan akses ke portal perusahaan untuk berbagai informasi yang mereka butuhkan. Bertelsmann wireless systems terintegrasi secara WAP dengan cell/mobile hone atau PDA sehingga para pengguna tersebut dapat mengakses berbagai informasi dimana saja melalui telepon tesebut. Mobile sales force automation (SFA) merupakan sebuah aplikasi untuk mendukung kinerja dari para sales yang ada. Dengan menggunakan SFA ini, para sales dapat mempersiapkan berbagai data yang diperlukan ketika berhadapan dengan para konsumen, baik dalam aktifitas yang berhubungan dengan memulai dan melanjutkan kontrak. Data-data seperti contact management information, order entry, daftar produk dan spare part yang tersedia dan deal tracking. Hal ini tentunya akan mempercepat proses kerja antara konseumen dan sales ketika melakukan negoisasi dan mengambil keputusan. B2B and supply chain Integrasi antara proses bisnis dan supply chain merupakan tujuan utama dari penggunaan wireless communication dalam B2B e-commerce. Diharapkan dengan adanya integrasi ini, waktu aktifitas dapat dikurangi dan mobilitas para partisipasi meningkat. Salah satu contoh dari aplikasi ini seperti aktifitas pengecekan oleh para sales dari pabrik farmasi/obat dimana saja untuk memantau apakah jenis-jenis obat yang dibutuhkan oleh para langganannya tersedia dalam gudang. Individual consumers Aplikasi m-commerce yang ditujukan kepada para individu merupakan jenis aplikasi yang sangat banyak dikembangkan, seperti mobile games, mobile music, mobile video, mobile electronic pets, mobile betting and gambling, auctions (lelang), pencarian informasi seperti hotel, tempat makanan dan minuman, pelayanan kesehatan hingga rumah pintar. Mobile games merupakan salah satu produk awal dari m-commerce yang dikembangkan sejak akhir 2000. Saat ini banyak game interaktif yang dapat diikuti dengan menggunakan berbagai jenis GMS phone seperti Nokia communicator dan PDA yang telah terkoneksi ke internet. Hal tersebut sama dengan mobile music, berbagai jenis music dapat didownload dengan menggunakan berbagai jenis phone yang ada dan dapat langsung didengar. Dewasa ini para pengunjung hotel dengan menggunakan bluetooth-enabled mobile devices diberikan kesempatan untuk mendapatkan informasi seperti tempat restauran dan fasilitas yang ada di hotel tersebut, memesan taxi atau kendaraan khusus untuk ke airport dan fasilitas lainnya, setelah melakukan chek-in dan mendapatkan sebuah account untuk mengakses fasilitas diatas, selain itu account tersebut juga merupakan akses untuk saluran internet ke cell phone atau PDA. Dalam bidang kedokteran, dengan menggunakan broadband 3G mobile systems, antara dokter dan pasien yang tinggal berjauhan dapat terus berkomunikasi, selain itu dokter dapat membantu para korban dalam keadaan darurat sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat, memantaunya dan memberikan petunjuk kepada para perawat atau penolong untuk memberikan pertolongan pertama sebelum sampai ke rumah sakit. Location-based commerce (L-commerce) Dalam perkembangannya aplikasi ini terdiri dari dua bagian yaitu global positioning systems (GPS) dan telematics. GPS adalah sebuah wireless system yang menggunakan satelit untuk melihat posisi suatu tempat, manusia hingga peralatan di permukaan bumi. GPS biasanya digunakan dalam sistem navigasi penerbangan, pelayaran dan truk-truk yang berkatifitas. Lokasi yang ditunjukkan oleh GPS berupa data garis lintang dan bujur, untuk menghasilkan sebuah gambaran lokasi atau map, data-data tersebut harus diolah oleh sebuah eletronic map seperti yang dibuat oleh Mapinfo (http://www.mapinfo.com). Telematics atau telemetry merupakan integrasi dari wireless communication, vehicle monitoring systems dan vechicle location devices. Salah satu contohnya ketika DaimlerChrysler dan Volvo membangun sebuah sistem remote vehicle diagnostic tool. Sistem ini berfungsi untuk memonitor performan dari mobil yang diproduksi merek tersebut. Sebuah GSM chip set dipasangkan di sistem mesin mobil tersebut yang akan mengirimkan pesan-pesan ke bagian manufaktur tentang berbagai problem yang terjadi. Kemudian para teknisi akan menganalisa problem yang ada dan mencari solusi dari problem tersebut. Kemudian teknisi menginformasikan hal tersebut kepada pengendara untuk mendatangi pusat-pusat pelayanan terdekat untuk melakukan pengecekan dan perbaikan lebih lanjut. Non-internet applications Non-internet applications merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan di berbagai kota besar di negara maju seperti di Eropa dan Amerika. Salah satu contoh utama dari aplikasi ini adalah penggunaan smart cards dalam berbagai aktifitas transportasi seperti pembayaran tiket bus, subway dan jalan tol yang sudah berkembang sejak awal tahun 90-an. Salah satu contoh penggunaannya seperti yang dilakukan oleh pengelola sebuah jalan bebas hambatan terhadap kepada para penggunanya. Cara kerjanya sebagai berikut, para pengguna mendapatkan sebuah automatic vehicle indentification (AVI) yang telah dibeli dan diletakkan di kaca depan dari mobil yang dikendara. Automatic indentification tersebut berisikan sebuah microchip, antena dan baterai yang akan berhubungan dengan sebuah sebuah transceiver yang dipasang diatas jalan dan memantau mobil yang lewat dan mencatat biaya yang dikenakan sesuai dengan identitas yang telah ditanam dalam AVI tersebut dengan menggunakan jaringan fiber optic. Dengan cara tersebut juga, pengelola memantau mobil-mobil yang tidak memiliki AVI, sehingga mereka dapat melakukan tindakan pencegatan sebelum mobil tersebut berlalu dari ruas jalan tersebut. KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN DARI M-COMMERCE Beberapa keuntungan yang membuat m-commerce menjadi sebuah alternatif perdagangan dewasa ini dan diprediksikan akan sangat berkembang dan diminati dimasa-masa mendatang seperti: - Ubiquity. Adapun maksud dari kata ini bahwa teknologi yang digunakan oleh m-commerce mempunyai kelebihan untuk dapat digunakan dan diakses dimana saja, sehingga informasi yang diperoleh dan komunikasi yang dilakukan dapat bersifat real-time.
- Convenience. Adapun maksud dari kata ini bahwa teknologi yang digunakan oleh m-commerce seperti cell-phone atau perangkat teknologi mobile lainnya dapat memperingan pekerjaan para penggunanya, karena sangat ringan, tidak membutuhkan tempat atau space yang khusus, sedangkan fasilitas yang disediakan hampir sama dengan para pengguna PC atau laptop.
- Adapun beberapa kelebihan dari m-commerce yang diprediksikan akan meningkatkan perkembangan dari sistem itu sendiri seperti:
- Perkembangan dari cell phone. Diprediksikan bahwa di tahun 2006 pemakai cell phone akan mencapai 3-4 juta orang di seluruh dunia. Jumlah yang cukup signifikan tersebut tentunya membuka peluang berkembangnya m-commerce lebih baik lagi. Selain itu diprediksikan hampir 70% dari jumlah tersebut telah memiliki akses ke internet.
- Tidak membutuhkan PC. Ketika cell phone sudah mulai dapat memiliki akses ke internet tentunya peranan PC akan mulai ditinggalkan. Apalagi berbagai jenis dan model cell phone yang telah memiliki kemampuan menyerupai PC seperti PDA, menyebabkan PC mulai ditinggalkan karena kelebihan dari cell phone yang dapat dengan gampang dibawa dan tidak membutuhkan ruang penempatan yang luas.
- Cell phone telah menjadi sebuah kultur. Kepopuleran dari penggunaan cell phone telah menjadi sebuah fenomena sosial, khususnya bagi generasi yang berumur diantara 15-25 tahun. Cell phone telah menjadi sebuah perangkat kebutuhan yang utama dan segala fasilitas yang terdapat didalamnya dimanfaatkan dengan baik bagi generasi tersebut.
- Perkembangan teknologi dan harga. Dengan semakin beragamnya jenis cell phone yang diproduksi, harga dari cell phone tersebut semakin murah, sedangkan fasilitas yang ditawarkan semakin meningkat.
BATASAN-BATASAN DARI M-COMMERCE Adapun batasan-batasan dari m-commerce yang dapat menghambat perkembangan m-commerce itu sendiri kedepannya dapat dilihat dibawah ini. Adapun batasan-batasan tersebut sebagai berikut: - Standarisasi dari security protocol. Masih belum adanya kesepakatan dan standarisasi dari metodologi keamaan dalam menggunakan seluruh mobile-enabled web site. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan para pengguna m-commerce seperti dalam aktifitas online payment dan sebagainya.
- Bandwidth. Kapasitas bandwidth untuk koneksi yang ada masih memberikan batasan bagi perkembangan 3G dewasa ini. Sehingga dibeberapa negara yang perkembangan jaringan internetnya belum modern tidak dapat mendukung bagi perkembangan 3G tersebut.
- Lisensi 3G. Kebanyakan lisensi dari penggunaan dan pengembangan 3G masih ditenderkan oleh pemerintah dari beberapa Negara. Di beberapa negara lain, lisensi 3G tidak dijual atau ditenderkan dengan harga yang murah. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan beberapa negara belum dapat dilayani standar 3G atau walaupun ada tentu dengan harga yang sangat mahal.
- Transmisi. Batasan transmisi juga menjadi penghambat dari perkembangan m-commerce tersebut. Beberapa hal yang utama seperti pengaruh cuaca, situasi dan kondisi geografis dari satu daerah dan batasan dari daya pancar gelombang.
- Konsumsi catu daya yang besar. Ketika semakin meningkatkannya atas kebutuhan bandwith dari perangkat m-commerce tentu akan membutuhkan jumlah catu daya/battere yang lebih besar pula.
- Kekecewaan pengguna. Selama perusahaan-perusahaan pengembang m-commerce masih terus mencoba menyempurnakan teknologinya, tentunya batasan-batasan yang masih ada tersebut kadangkala dapat mengecewakan para pengguna yang ada dan mempengaruhi dukungan para pengguna bagi perkembangan dari m-commerce itu sendiri.
|